Kades Baharu Utara Perkuat Majelis Taklim Wujudkan Desa Agamis dan Religius
Kotabaru, Saijaannews – Kepala Desa Baharu Utara, Zamzanie, terus menguatkan peran keagamaan masyarakat dengan memperluas kegiatan majelis taklim. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan rutin di Langgar Alawiyyin, Jalan Bima, Baharu Utara, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kamis malam (12/6/2025).
“Sebelum menjabat, saya sudah aktif di majelis taklim. Sekarang saya perkuat, karena ini bagian dari visi keagamaan desa,” ujar Zamzanie.
Menurutnya, kini terdapat 11 langgar di Baharu Utara yang aktif menggelar majelis taklim rutin untuk ibu-ibu. Khusus di Langgar Alawiyyin, kegiatan digelar dua kali seminggu, yaitu hari Senin dan Rabu sore.
“Senin sore jam tiga, kami majelis, lalu salat asar berjamaah, dilanjutkan pembacaan salawat dan kitab Bunga Rampai. Guru kita, Hairel Anwar Mesadat, langsung membimbing,” ujarnya.
Peserta majelis di langgar tersebut mencapai 86 orang. “Alhamdulillah, jumlahnya terus bertambah. Kami rutin, konsisten, dan suasana majelis selalu penuh kekeluargaan,” tambahnya.
Tak hanya ibu-ibu, bapak-bapak juga diajak mengaji malam hari. Kegiatan berlangsung setiap malam, mulai malam Rabu hingga malam Senin. “Kami bentuk guru ngaji kampung, agar seluruh warga bisa belajar agama, tanpa harus jauh-jauh,” terang Zamzanie.

Malam Selasa dijadikan waktu khusus pembacaan Maulid Habsyi. “Kegiatan ini jadi pengikat kebersamaan dan juga ladang ilmu,” jelasnya.
Zam Zanie juga menyebutkan bahwa setiap peserta majelis taklim memiliki peran aktif, termasuk dalam pembacaan doa haul. “Ibu-ibu senang. Lima orang mendapat giliran setiap majelis, jadi doa bisa dibacakan hingga ratusan nama,” katanya.
Kegiatan ini juga berdampak sosial. Pada momen tertentu seperti Iduladha, majelis ibu-ibu dapat menyumbang satu ekor kambing untuk kurban, hasil gotong royong bersama.
“Majelis ini bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga mempererat hubungan sosial warga,” imbuhnya.
Zamzanie menegaskan bahwa program keagamaan ini merupakan bagian dari visi-misi saat mencalonkan diri sebagai kepala desa.
“Tujuan saya jelas, meningkatkan pendidikan umum dan agama. Inilah jalan menuju desa yang agamis dan mandiri,” tutupnya.(Jim)
