Bupati Kotabaru Dengar Langsung Aspirasi Nelayan, HNSI Siap Dukung Kemajuan Perikanan
Saijaannews, Kotabaru – Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Kotabaru ke-75, Bupati Muhammad Rusli menunjukkan komitmennya terhadap sektor perikanan dengan menggelar dialog langsung bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kotabaru, di ruang kerjanya, Selasa (27/05/2025).
Pertemuan ini menjadi momen penting bagi para nelayan menyampaikan aspirasi, tantangan, dan harapan mereka secara langsung kepada kepala daerah. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun komunikasi dua arah yang produktif antara pemangku kepentingan dan pelaku utama sektor kelautan.
“Kami ingin mendengar langsung apa yang dibutuhkan nelayan. Mereka adalah ujung tombak ekonomi pesisir. Dukungan dan perlindungan untuk mereka harus jadi prioritas,” ujar Bupati Muhammad Rusli.
Dalam dialog tersebut, berbagai isu mengemuka, mulai dari harga jual hasil tangkapan, akses BBM bersubsidi, perizinan kapal, hingga keselamatan melaut. Bupati menyampaikan bahwa masukan dari HNSI akan menjadi bahan evaluasi dan dasar pengambilan kebijakan yang lebih berpihak pada nelayan kecil.
“Kami ingin sektor perikanan berkembang, tapi yang paling penting adalah nelayan kita sejahtera, aman, dan terlindungi saat bekerja di laut,” tegasnya.
Ia juga berharap, momentum Hari Jadi Kotabaru tahun ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga simbol kebangkitan sektor maritim daerah.

Ketua dan perwakilan HNSI Kotabaru menyatakan siap bersinergi dan mendukung penuh program-program pembangunan yang digagas Bupati, khususnya dalam penguatan ekonomi maritim, modernisasi alat tangkap, serta pelatihan nelayan.
“Kami mengapresiasi perhatian Bupati terhadap kami. HNSI siap ikut mensukseskan visi pembangunan dan turut serta dalam rangkaian Hari Jadi Kotabaru,” ujar perwakilan HNSI.
Pertemuan ini bukan sekadar dialog sesaat, melainkan awal dari komitmen jangka panjang membangun sektor kelautan dan perikanan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Kotabaru menargetkan adanya peningkatan kapasitas nelayan, termasuk akses terhadap digitalisasi, bantuan alat tangkap ramah lingkungan, dan jalur distribusi yang lebih adil.
