Tantangan Pancasila di Era Digital
Refleksi 80 Tahun Hari Lahirnya Pancasila
Oleh :
Akhmad Gafuri, SH., M.Hum
Dosen Pancasila STIT Darul Ulum Kotabaru
Setiap tanggal 1 Juni momentum penting bagi bangsa Indonesia, yakni Hari Lahir Pancasila. Di tahun 2025 ini, peringatan tersebut kembali digaungkan dengan tema besar “ Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya.” Tema ini menegaskan tekad bersama bangsa Indonesia untuk memperkuat nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara.
Pancasila pertama kali diperkenalkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI. Dia memberi nama calon dasar Negara yaitu Pancasila yang artinya Lima Dasar yang kemudian dalam proses sidang BPUPKI menjadi dasar negara meliputi:
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus, yakni 18 Agustus 1945 Pancasila ditetapkan menjadi dasar negara. Pancasila tidak saja menjadi dasar konstitusional, tetapi juga menjadi pedoman moral dan etika dalam kehidupan masyarakat di Indonesia.
Di tengah era digital dan dinamika global serta tantangan dalam negeri dan luar negeri, seperti perpecahan sosial, penyebaran hoaks, hingga radikalisme, memperkuat ideologi Pancasila menjadi hal yang tak bisa ditawar lagi. Pancasila adalah ideologi terbuka yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya, Pancasila mampu menjadi filter dan perekat Bangsa
Menguatkan Pancasila berarti menanamkan kembali rasa cinta tanah air, menjaga kerukunan antarwarga, serta membangun sikap toleran dan adil dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menjadikan Pancasila sebagai panduan utama, Indonesia diharapkan mampu melangkah mantap menuju cita-cita besar: Indonesia Raya yang berdaulat, adil, dan makmur. Persatuan nasional menjadi kekuatan utama dalam menghadapi krisis dan tantangan global di tengah era digital sekarang ini.
Pembangunan nasional pun harus selalu selaras dengan nilai-nilai Pancasila agar tercipta masyarakat yang harmonis dan sejahtera tanpa ada yang tertinggal.
Kaum muda ( kaum millenial dan gen Z) memiliki peran kunci di dalam menjaga dan mewariskan semangat Pancasila. Melalui pendidikan, literasi digital, dan keterlibatan sosial, generasi penerus bangsa diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menanamkan nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan lah hanya sekadar seremonial, tetapi harus menjadi refleksi bersama seluruh komponen anak bangsa untuk terus menghidupkan nilai-nilai luhur Pancasila. Dengan merefleksi kembali nilai-nilai dan semangat Pancasila, mari kita membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan bermartabat. Semoga.
